Proses pembentukan selang karet
Metode pencetakan selang terutama dibagi menjadi metode tanpa inti dan metode dengan inti (termasuk metode inti lunak dan metode inti keras) terutama berdasarkan ada atau tidaknya penggunaan inti tabung.
Pembentukan tanpa inti
Selang karet jenis ini dibentuk tanpa inti. Peralatannya adalah mesin cetak ekstrusi (umumnya menggunakan ekstruder ulir), yang secara langsung membentuk lapisan kerangka dan lapisan karet luar pada tabung karet bagian dalam yang diekstrusi.
Bahan karet diaduk, dicampur, diplastisasi, dan dipadatkan di dalam tabung dengan bantuan sekrup ekstrusi, kemudian bergerak ke arah kepala mesin, dan akhirnya produk dengan bentuk tertentu diekstrusi dari mulut tabung. Ekstruder sekrup kemudian membagi panas untuk memberi makan bahan tersebut. Ada dua jenis pemberian makan dingin. Yang pertama diberi makan dengan strip yang telah dipanaskan terlebih dahulu oleh penggiling pencampur karet terbuka, dan yang kedua diberi makan dengan karet yang belum mengalami pencampuran panas.
Pembentukan inti
Selang karet memiliki proses pembentukan inti, yang berarti selang karet dibentuk di atas inti keras atau inti lunak. Untuk memastikan selang berada di bawah tekanan selama proses vulkanisasi, selang karet dibentuk dengan kain basah (gulungan kain basah dengan lebar sekitar 10 cm), tali, atau timah, lalu divulkanisasi. Selang industri dan selang hidrolik menggunakan proses pencetakan ini.
Vulkanisasi dapat dilakukan dengan pemanasan langsung menggunakan uap dalam tangki vulkanisasi atau vulkanisasi kontinu. Selang serat pendek adalah selang yang serat pendeknya langsung ditambahkan ke bahan karet, kemudian diekstrusi ke dalam cetakan. Proses produksinya sederhana, dan secara bertahap akan menggantikan selang rajutan dan selang kain. Teknologi produksi selang modern cenderung ke arah produksi kontinu dan otomatis. Penggunaan karet termoplastik atau plastik dapat menghilangkan proses vulkanisasi dan menyederhanakan proses produksi.










